|
Ditulis oleh Administrator
|
|
31 March 2009 |
 Kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) berbatasan langsung dengan arela perkebunan dan pemukiman penduduk sangat rawan akan kegiatan-kegiatan masyarakat yang secara sadar ataupun tidak sadar, langsung maupun tidak langsung mengakibatkan dampak penurunan kualitas sumber daya alam yang terkandung didalamnya. tingkat pemahaman yang rendah didorong oleh kebutuhan ekonomi masyarakat sekitar hutan yang semakin meningkat seiring dengan sempitnya lapangan kerja, sangat berpotensi menimbulkan berbagai macam tekanan terhadap kawasan hutan dan ekosistemnya baik berupa penebangan liar, perambahan kawasan, perburuan satwa, dan bentuk-bentuk pelanggaran lain. |
|
Terakhir Diperbaharui ( 15 April 2009 )
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
27 March 2009 |
Anggrek merupakan salah satu jenis flora yang banyak ditemui di Kawasan Taman Nasional Meru Betiri, dengan hamparan topografi yang terbentang dari mulai pesisir pantai sampai pegunungan maka memungkinkan kelimpahan jenis ini cukup bervariasi. Dari hasil identifikasi dan inventarisasi (2007) tercatat sekurangnya 27 jenis anggrek terdapat di kawasan konservasi ini. Pengenalan dan pengetahuan tentang keberadaan jenis anggrek ini mesti segera di sosialisasikan, dengan tekanan dari manusia yang semakin besar terhadap kawasan, maka untuk melindungi jenis ini mutlak dengan melindungi kawasannya.
Data Anggrek TNMB selengkapnya |
|
Terakhir Diperbaharui ( 27 March 2009 )
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
10 March 2009 |
 Hari Selasa tanggal 10 Maret 2009 saat Polhut Balai Taman Nasional Meru Betiri (BTNMB) Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Kalibaru melakukan patroli gabungan antar Resort di jalan menuju kawasan Taman Nasional Meru Betiri tepatnya di blok Takeran Pesanggrahan perkebunan Sumberwuni desa Kebunrejo yang berbatasan dengan wilayah kerja Resort Malangsari, pukul 00.45 WIB menjumpai 2 sepeda motor yang sedang mengangkut kayu persegi secara illegal , selanjutnya dilakukan penyergapan dan tersangka berhasil meloloskan diri masuk ke perkebunan kopi dengan meninggalkan 2 sepeda motor Yamah RX 100 beserta Barang Bukti kayu persegi dengan jumlah 10 batang dengan ukuran 8 x 12 x 400 cm dan 2 batang ukuran 7 x 15 x 200 cm jenis Nyampuh. Selanjutnya barang bukti tersebut dibawa dan diamankan ke Kantor SPTN Wilayah III Kalibaru. Kerugian Negara akibat kejadian ini berdasarkan perhitungan Rumus Constanza,dkk diperkirakan Rp. 2.251.878.825 (Dua Milyar Dua Ratus Lima Puluh Satu Juta Delapan Ratus Tujuh Pululh Delapan Ribu Delapan Ratus Dua Puluh Lima Rupiah). (Berdasarkan Laporan Kejadian Nomor: LK.03/BTNMB-4/2009)
|
|
Terakhir Diperbaharui ( 01 April 2009 )
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Berikutnya > Akhir >>
|