|
Ditulis oleh Administrator
|
|
27 February 2009 |
 Salah satu bukti nyata, akibat dari kerusakan hutan telah terjadi di kawasan TN Meru Betiri. Pada hari Kamis (19 februari 2009) sekitar pukul 11.45 telah terjadi tanah longsor di Zona rehabilitasi TN Meru Betiri di Blok Aren sebelah Barat, lebih kurang 1 KM dari pemukiman warga yang termasuk Dusun mandilis, desa Sanenrejo, Kec tempurejo kab Jember. Panjang Longsoran lebih kurang 100 meter denga lebar longsoran 60 meter dengan sudut kemiringan lebih kurang 80 derajat. Longsoran disertai dengan belasan bongkahan batu besar berbentuk semi persegi dengan ukuran bervariasi 1,5 m x 1 m x 0,5 m hingga 6 m x 4 m x 3 m. Tidak ada korban jiwa,luka-luka maupun harta benda dalam kejadian ini. TN Meru Betiri hingga saat ini terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian. Tindakan repesif juga dilakukan dengan menangkap 1 (satu) orang tersangka perambahan hutan di sekitar lokasi longsor pada tanggal 29 Januari 2009 yang dilakukan bersama-sama dengan Kepolisian Sektor Tempurejo. |
|
Terakhir Diperbaharui ( 23 March 2009 )
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
27 January 2009 |
 Jejaring Konservasi perlu dibentuk dalam Pengelolaan Penyu di Indonesia merupakan salah satu rekomendasi yang dihasilkan dalam Workshop Nasional Konservasi dan Pengelolaan Penyu. Acara yang berlangsung Pada tanggal 22 -23 Januari 2009 bertempat di Hotel Mulia Jember ini terlaksana berkat kerjasama antara Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut Ditjen KP3K-DKP dengan Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati, PHKA-Dephut serta 2 (dua) rekan NGO yaitu CI dan WWF. Acara workshop nasional ini dibuka oleh Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil , Departemen Kelautan dan Perikanan, Prof.Dr.Ir.M Syamsul Ma'arif,M.Eng.Dipl.Ing dan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Departemen Kehutanan, Ir Darori MM. Selain dihadiri oleh kedua Dirjen tersebut, acara ini dihadiri pula oleh beberapa pihak yang berkecimpung dalam konservasi dan pengelolaan penyu. Pihak-pihak yang hadir antara lain dari Balai Taman Nasional Meru Betiri, Pemkab Sukabumi, Pemkab Berau, UPT Departemen Kehutanan, UPT Departemen Kelautan dan Perikanan, LSM, dan Kalangan Akademisi.
|
|
Terakhir Diperbaharui ( 29 January 2009 )
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
12 January 2009 |
 Para pencuri telur di Pantai Sukamade Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) masih terus beraksi, namun para petugas di Pantai Sukamade juga tetap waspada. Terbukti Senin pagi ini, jam 09.00 WIB, petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Sarongan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi kembali membekuk 1 (satu) orang pencuri telur bernama Siswanto (36 tahun), pengangguran, Warga Dusun Sumber Langsep Sukamade lengkap dengan Barang Bukti berupa telur Penyu ( Chelonia mydas) sebanyak 600 (Enam ratus) butir. Tertangkapnya tersangka bermula dari patroli rutin petugas pada hari Minggu tanggal 11 Januari 2009 dan Senin dini hari tanggal 12 januari 2008 pukul 05.00, yang menemukan 5 (lima) lubang telur penyu sudah kosong dibobol maling. Petugas segera tanggap dan saat itu juga langsung melakukan pemeriksaan terhadap lalu-lintas orang dan kendaraan yang keluar dari pantai Sukamade. Hasilnya petugas menemukan 600 butir telur penyu dalam karung yang ditutupi rumput di atasnya, diangkut dengan truk, sedangkan tersangka mengikuti di belakang truk. Berdasarkan keterangan saksi-saksi terungkap bahwa tersangka Siswanto adalah pemilik 600 butir telur penyu tersebut. Dugaan petugas, tersangka tidak beraksi sendirian dan masih ada komplotan pencuri telur lain yang beraksi di Pantai Sukamade.
Saat ini tersangka ditahan di POLSEK Pesanggaran POLRES Banyuwangi untuk proses hukum lebih lanjut, sedangkan barang bukti telur penyu, setelah diambil sampel sebagian kecil untuk Barang Bukti proses hukum, langsung dibawa kembali ke Pantai Sukamade untuk ditetaskan.
|
|
Terakhir Diperbaharui ( 23 March 2009 )
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Berikutnya > Akhir >>
|