Di Jember Ratusan Rumah Terendam Banjir PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh webmaster   
06 January 2009
ImageAkibat hujan yang turun terus-menerus selama dua hari terakhir di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dua dusun di Kecamatan Tempurejo tergenang banjir dan merendam sekitar 150 rumah yang ada di dua dusun tersebut.

Kedua dusun yang kebanjiran itu adalah Dusun Kraton masuk wilayah Desa Wonoasri dan Dusun Terate dalam cakupan wilayah Pemerintahan Desa Curahnongko. Hingga pukul 10.30 WIB, ketinggian air rata-rata mencapai 30 cm tapi ada juga yang lebih tinggi hingga di atas lutut orang dewasa, Jumat (12/12).
Sementara itu, beberapa bantuan sudah mulai datang, antara lain dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jember berupa mie instant, beras dan air mineral.

Wakil Bupati (Wabup) Jember, Kusen Andalas selaku Ketua Satuan Kordinasi Pelaksana (Satkorlak) dan Penanggulangan Bencana Alam (PBA), telah mengumpulkan sejumlah pejabat bawahannya. Dalam pertemuan itu, para pejabat terkait diingatkan agar waspada sekaligus mengantisipasi terhadap kemungkinan bencana alam.

“Saya minta semua harus waspada karena hujan yang turun setiap hari mengingatkan kita pada bencana yang pernah terjadi dua tahun lalu di Kecamatan Panti, persis pada malam tahun baru. Jadi untuk beberapa wilayah kecamatan yang cukup rawan terjadi bencana saya minta ditingkatkan kewaspadaannya,” ujar Kusen Andalas.

Dikatakan, dalam tiga hari terakhir, hampir seluruh wilayah Kabupaten Jember diguyur hujan, tidak selalu lebat, tetapi nyaris tidak pernah berhenti. Di beberapa tempat juga terjadi pohon tumbang dan terjadi banjir.

Lokasi kejadian musibah banjir itu antara lain berada di arah Selatan dari pusat Pemkab Jember, lewat Pakem arah ke Bandara Notohadinegoro.

Salah seorang warga di Dusun Kraton, Deni (25), menuturkan, air mulai naik sejak Rabu malam (10/12) setelah hujan turun tanpa henti selama 24 jam penuh.”Sejak Rabu malam, air mulai menggenangi,” ujarnya.

Sementara ini, air banjir melumpuhkan aktivitas warga, karena air juga menggenangi jalan antardusun. Banjir juga menyebabkan aktivitas belajar mengajar di SD Wonoasri 1 terganggu. Air menggenangi halaman sekolah setinggi 10 cm, tapi kegiatan sekolah tetap dapat dilakukan karena bangunan sekolah lebih tinggi dari bangunan rumah sekitar, sehingga air tidak sampai masuk ke ruang kelas. Aktivitas belajar mengajar tetap dilanjutkan meski pihak sekolah memulangkan siswa lebih awal.

“Anak-anak kami pulangkan lebih awal  untuk berjaga-jaga, kalau hujan turun saat jam pelajaran. Kondisinya bisa membahayakan siswa, selain itu kondisi ruangan juga tidak nyaman karena ada rembesan air yang masuk,” ujar Budi, salah seorang guru.

Ia mengatakan, siswa sebetulnya tidak terlalu terpengaruh dengan genangan air, karena hampir tiap musim penghujan selalu terjadi banjir. Banjir di Jember yang terakhir kali terjadi pada Maret lalu. ant

Sumber : surya.co.id
Terakhir Diperbaharui ( 06 January 2009 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Foto Acak

Peta Pengunjung

Data Pengunjung

IP Anda
38.107.191.94
United States United States
Browser
Unknown Browser Unknown Browser
Sistem Operasi
Unknown Operating System Unknown Operating System

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini114
mod_vvisit_counterKemarin152
mod_vvisit_counterMinggu Ini559
mod_vvisit_counterBulan Ini1350
mod_vvisit_counterSemua108929

Yang Online

Saat ini ada 5 tamu online

Artikel Populer

Berita Populer

Artikel Acak

Berita Acak

 

Balai Taman Nasional Meru Betiri
Jl. Sriwijaya 53 Kotak Pos 269 Jember – Jatim 68101
Telp/Fax. (0331)335535/321530
Email: meru[at]telkom.net
Web Developer: CV. Camp26