Jejaring Konservasi dibutuhkan dalam Pengelolaan Penyu di Indonesia PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
27 January 2009
ImageJejaring Konservasi perlu dibentuk dalam Pengelolaan Penyu di Indonesia merupakan salah satu rekomendasi yang dihasilkan dalam Workshop Nasional Konservasi dan Pengelolaan Penyu. Acara yang berlangsung Pada tanggal 22 -23 Januari 2009 bertempat di Hotel Mulia Jember ini terlaksana berkat kerjasama antara Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut Ditjen KP3K-DKP dengan Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati, PHKA-Dephut serta 2 (dua) rekan NGO yaitu CI dan WWF.
    Acara workshop nasional ini dibuka oleh Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil ,  Departemen Kelautan dan Perikanan, Prof.Dr.Ir.M Syamsul Ma'arif,M.Eng.Dipl.Ing dan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Departemen Kehutanan, Ir Darori MM. Selain dihadiri oleh kedua Dirjen tersebut, acara ini dihadiri pula oleh beberapa pihak yang berkecimpung dalam konservasi dan pengelolaan penyu. Pihak-pihak yang hadir antara lain dari Balai Taman Nasional Meru Betiri, Pemkab Sukabumi, Pemkab Berau, UPT Departemen Kehutanan, UPT Departemen Kelautan dan Perikanan, LSM, dan Kalangan Akademisi.

 
Dari workshop nasional yang berlangsung 2 hari ini diperoleh beberapa hasil rekomendasi. Rekomendasi yang terkait dengan pengelolaan penyu tersebut antara lain berisi :
1.Perlu dilakukan kajian yang menyeluruh baik aspek legalitas, ilmiah dan aspek lainnya terkait status   penyu di masing-masing daerah peneluran dan ruaya pakan untuk memperoleh dasar ilmiah bagi penentu kebijakan untuk menetapkan apakah penyu bisa digolongkan sebagai hewan dengan status perlindungan terbatas untuk pemanfaatan telur.  
2.Pemanfaatan tidak langsung didukung dan diutamakan sebagai pola pengelolaan pemanfaatan penyu berkelanjutan (mis: kegiatan ekowisata berbasis konservasi penyu, penelitian, dll) dengan peraturan yang disederhanakan.
3.Perlu dibangun program bersama di beberapa lokasi sebagai tempat implementasi praktek-praktek terbaik (best practice) manajemen konservasi penyu melalui pembuatan pedoman-pedoman pengelolaan penyu berkelanjutan.  Lokasi yang diusulkan antara lain wilayah yang memiliki potensi ancaman yang besar: Tambelan, Pangumbahan, Paloh, Pulau Kerabak Kecil-Pesisir Selatan.   
4.Rencana strategis nasional konservasi penyu agar mengakomodir hasil workshop (antara lain: pendidikan, penegakan hukum melalui upaya penyuluhan, preventif, persuasif, dan represif,  kelembagaan masyarakat lokal, pendanaan berkelanjutan, sistem insentif/ reward, dll) dan dapat diselesaikan pada awal tahun 2009 dan diimplementasikan sebagai arahan program 2009-2019
5.Perlu dibangun “turtle conservation network” (jejaring konservasi penyu Indonesia).
Terakhir Diperbaharui ( 29 January 2009 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Foto Acak

Peta Pengunjung

Data Pengunjung

IP Anda
38.107.191.93
United States United States
Browser
Unknown Browser Unknown Browser
Sistem Operasi
Unknown Operating System Unknown Operating System

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini17
mod_vvisit_counterKemarin82
mod_vvisit_counterMinggu Ini165
mod_vvisit_counterBulan Ini738
mod_vvisit_counterSemua84367

Yang Online

Saat ini ada 11 tamu online

Artikel Populer

Berita Populer

Artikel Acak

Berita Acak

 

Balai Taman Nasional Meru Betiri
Jl. Sriwijaya 53 Kotak Pos 269 Jember – Jatim 68101
Telp/Fax. (0331)335535/321530
Email: meru[at]telkom.net
Web Developer: CV. Camp26