| Kelaikan Suramadu Diprediksi Lebih dari 100 Tahun |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator | |
| 10 June 2009 | |
|
Apa saja upaya yang harus dilakukan agar Jembatan Suramadu bisa bertahan hingga seratus tahun sebagaimana yang diperkirakan? Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V A.G. Ismail yang bertanggung jawab terhadap pembangunan megaproyek itu mengatakan, satu tahun pertama setelah diresmikan, perawatan jembatan masih ditangani sepenuhnya oleh kontraktor (final hand over).
"Jadi, setahun ke depan, masalah terkait kondisi jembatan akan ditanggung mereka (kontraktor, Red)," kata Ismail kepada Jawa Pos kemarin. Selain itu, dilakukan upaya pengamanan untuk menjamin keawetan jembatan. Salah satunya ialah mengecek semua bagian jembatan secara berkala. "Semua bagian akan dicek. Ada dua macam pengecekan, periodik (rutin) dan insidental," terangnya. ![]() Selain pengecekan secara rutin, akan digunakan metode Structural Health Monitoring System (SHMS). Melalui sistem itu, pendeteksian kondisi seluruh bagian jembatan bisa diketahui lebih dini. Bagaimana teknis kerja sistem tersebut? Dia menjelaskan, teknologi SHMS menyediakan semua informasi yang terkait dengan operasional dan pemantauan kualitas jembatan. Setelah itu, informasi tersebut diolah operator. Dari informasi itu nanti bisa diketahui seperti apa kelayakan kondisi jembatan pada saat itu. "Dengan sistem ini, tiap bagian jembatan dipasangi sensor sehingga bagian-bagian itu bisa dideteksi. Jika ditemukan masalah, tindakan bisa langsung diambil sesuai dengan rekomendasi yang ada di SHMS tersebut," paparnya. Bahkan, dengan sistem itu, umur kelaikan Jembatan Suramadu diprediksi lebih dari seratus tahun. Sebab, kemampuan dan kerusakan dapat dideteksi lebih awal sehingga bisa dilakukan tindakan lanjutan. Bukan hanya itu. Pemerintah juga sudah menyiapkan perbaikan secara berkala. Mulai perbaikan aspal, checking, hingga perbaikan bagian jembatan lainnya. "Anggarannya diambilkan dari tarif tol yang dibebankan," kata pejabat asal Semarang itu. Ismail juga menjamin keamanan semua fasilitas dan perlengkapan di Jembatan Suramadu. "Tentu ada koordinasi antara kami dan semua pihak terkait," ujarnya. Kekhawatiran terhadap kemungkinan hilang atau rusaknya fasilitas maupun perlengkapan di sepanjang jembatan tersebut cukup wajar. Sebab, berbagai tindak kriminal soal itu memang kerap ditemukan. Kasus terakhir terjadi saat aparat Polres Timur berhasil membongkar sindikat pencurian besi di sekitar proyek Suramadu. (ris/sep/kum) Sumber: jawapos.com (Selasa, 09 Juni 2009) |
|
| Terakhir Diperbaharui ( 10 June 2009 ) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















